TUGAS MATA KULIAH BISNIS KEHUTAN
LUMONGGA MASNIARI LUBIS
151201004
NAMA DOSEN : Dr. Agus Purwoko
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
A. Gambaran Umum
PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk merupakan salah satu
perusahaan manufaktur kertas dan hasil-hasil produksi kertas (stationery) terbesar didunia yang
terintegrasi secara vertikal. Perusahaan selanjutnya merupakan salah satu usaha
penting di Jepang, Australia, Timur Tengah, Amerika Serikat, Eropa dan Negara
Asia lainnya. Perusahaan berlokasi ditempat strategis di wilayah Asia Pasifik,
dan dikenal dengan produk kertas berkualitas tinggi, memperkerjakan secara
langsung sekitar 13,100 karyawan. Selanjutnya, perusahaan memiliki komitmen
untuk menerapkan prinsip usaha berkelanjutan (sustainablility) di setiap
kegiatan operasionalnya.
PT.
Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (“Tjiwi Kimia” atau “Perseroan”) didirikan pada
tanggal 2 Oktober 1972 dengan nama PT. Tjiwi Kimia, berkedudukan di Desa Kramat
Tumenggung, kecamatan Tarik, Sidoarjo, Jawa Timur. Kemudian pada tahun 1974,
dari Perseroan diubah menjadi PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia dan pada tahun 1996
menjadi PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia tbk. Pada tahun 1990, saham Perseroan
mulai dicatatkan di Bursa efek Jakarta dan Surabaya. Pada awal berdirinya,
Perseroan hanya memproduksi soda dan bahan kimia lainnya dan sejak tahun 1978,
Perseroan mulai memproduksi kertas dengan kapasitas 12.000 ton per tahun.
Kegiatan utama Perseroan adalah memproduksi berbagai jenis kertas tulis dan
cetak, baik coated maupun uncoated. Selain itu, Perseroan juga memproduksi
kertas dan produk perlengkapan kantor seperti buku tulis, memo, loose leaf,
spiral, amplop, kertas komputer, kertas kado, shopping bag, dan produk fancy
yang diminati pasar internasional. Sesuai dengan permintaan pasar, Perseroan
memproduksi kertas yang memiliki nilai tambah termasuk kertas tanpa karbon dan
kertas cast coated dan board.
Produk loose leaf Paperline di Tjiwi
Kimia merupakan produk minor dari perusahaan,sehingga loose leaf tidak memiliki
strategi pemasaran yang khusus. Adapun strategi pemasaran yang berlaku untuk
loose leaf adalah menggabungkan (bundled) dengan major produk perusahaan yaitu
buku tulis, kertas fotokopi dan memo pad. Oleh karena itu dalam rangka
meningkatkan market share loose leaf dan menjadikan loose leaf sebagai salah
satu major produk perusahaan, untuk itu harus ada suatu strategi yang dirancang
tepat pada sasaran yang dituju dan juga dibutuhkan suatu analisa ataupun kajian
dari strategi yang telah dijalanakan secara bertahap guna mencapai hasil yang
maksimal.
B. Kisi-Kisi Keberhasilan
Visi
Visi perusahaan adalah menjadi produksi
kertas berkualitas tinggi nomor satu didunia dengan standard internasional pada
abad ke-21 yang berkomitmen tinggi untuk memberikan yang terbaik bagi para
pelanggan, pemegang saham, karyawan, dan masyarakat.
Misi
Misi dari perusahaan antara lain adalah
meningkatkan pangsa pasar di seluruh dunia, menggunakan teknologi mutakhir
dalam mengembangkan produk baru, meningkatkan sumber daya manusia melalui
pelatihan, dan mewujudkan komitmen usaha berkelanjutan disemua kegiatan
operasional.
Tujuan Perusahaan
Memperluas daerah perusahaan serta meningkatkan volume
penjualan sehingga keuntungan perusahaan meningkat.
Strategi Yang digunakan Perusahaan:
1. Strategi Komunikasi Marketing
Stationary PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia
Pabrik Kertas PT. Tjiwi Kimia yang merupakan produsen dan penyuplai kertas
terbesar di Asia Tenggara juga menghasilkan dan menerapkan seluruh potensi-
potens yang ada. Melalui berbagai perkembangan dan inovasi dari tahun ke tahun
Tjiwi Kimia berubah menjadi perusahaan produsen kertas terbesar di Asia
Tenggara dengan market lebih dari 100 negara di dunia dan di 5 benua. Dengan
kategori Middle East, Afrika, USA, Jepang dan Eropa.
Bagi konsumen Amerika Serikat Produk Stationary yag berasal dari Tjiwi Kimia
merupakan produk dengan mutu dan kualitas yang bagus serta harga yang relatif
murah. itulah image yang ada dibenak konsumen, sangatlah sulit menciptakan
citra positif di pangsa pasar Amerika Serikat, apalagi dengan tujuan untuk
menambah daya jual di negeri Paman Sam. Srategi Komunikasi Interpersonal ang
digunakan oleh divisi marketing Stationery selama ini bisa dikatakan berhasil
menciptakan citra positif baik terhadap produk maupun perusahaan dengan
memperhatikan simbol bahasa dan gesture. Simbol bahasa dan gesture merupakan
hal yang sangat penting karena adanya perbedaan budaya antara masyarakat
Indonesia dan Amerika dalam berinteraksi. Penggunaan televisi sebagai media
iklan dipandang sangat efektif dalam membentuk citra positif karena sifatnya
yang memadukan teknologi audio visual membuat tayangan iklan lebih menarik dan
dapat menjangkau semua lapisan masyarakat.
Analisis SWOT PT. Pabrik Kertas TJIWI
KIMIA, Tbk
Kuesioner Internal
Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Kekuatan (Strength)
|
Faktor
Strategi
|
Niai
|
Bobot
|
Rating
|
Skor
|
|
Brand
yang sudah dikenal
|
3
|
0,3
|
3
|
0,9
|
|
Memiliki
anak perusahaan yang khusus menangani pendistribusiaan produk
|
3
|
0,3
|
2
|
0,6
|
|
Memiliki
fasilitas manufaktur kertas sendiri
|
4
|
0,4
|
4
|
1,6
|
|
TOTAL
|
10
|
1
|
9
|
3,1
|
Ukuran pembobotan :
Ukuran Rating Kekuatan:
1 = Sedikit peluang
1= Sedikit Kuat
2 = Agak peluang
2= Agak Kuat
3 = Peluang
3= Kuat
4 = Sangat berpeluang
4= Sangat Kuat
Kuesioner Internal Factor Analysis
Strategi Untuk Mengetahui Kelemahan (Weakness)
|
Faktor
Strategi
|
Niai
|
Bobot
|
Rating
|
Skor
|
|
Minor
produk
|
3
|
0,5
|
3
|
1,5
|
|
Kurang
kegiatan promosi
|
3
|
0,5
|
2
|
1
|
|
TOTAL
|
6
|
1
|
5
|
2,5
|
Ukuran pembobotan :
Ukuran Rating Kelemahan:
1 = Sedikit peluang
-1= Sedikit Lemah
2 = Agak peluang
-2= Agak Lemah
3 = Peluang
-3= Lemah
4 = Sangat berpeluang
-4= Sangat Lemah
Kuesioner Eksternal Factor Analysis
Strategi Untuk Mengetahui Peluang (Opportunity)
|
Faktor
Strategi
|
Niai
|
Bobot
|
Rating
|
Skor
|
|
Kebutuhan
akan kertas akan selalu ada.
|
4
|
0,31
|
3
|
0,93
|
|
Tidak
ada batasan usia dalam penggunaan loose leaf
|
3
|
0,23
|
2
|
0,46
|
|
Tersedia
60% pasar yang belum terjamah
|
3
|
0,23
|
3
|
0,69
|
|
Perkembangan
dan kemajuan teknologi yang dapat meningkatkan Branding
|
3
|
0,23
|
3
|
0,69
|
|
TOTAL
|
13
|
1
|
11
|
2,77
|
Ukuran pembobotan :
Ukuran Rating Peluang:
1 = Sedikit peluang
1= Sedikit Berpeluang
2 = Agak peluang
2= Agak Berpeluang
3 = Peluang
3= Berpeluang
4 = Sangat berpeluang
4= Sangat Berpeluang
Kuesioner Eksternal Factor Analysis
Strategi Untuk Mengetahui Ancaman (Threath)
|
Faktor
Strategi
|
Niai
|
Bobot
|
Rating
|
Skor
|
|
Banyaknya
pesaing dalam produk sejenis
|
4
|
0,31
|
3
|
0,93
|
|
Banyaknya
substitusi produk
|
3
|
0,23
|
2
|
0,46
|
|
Isu
terhadap lingkungan
|
3
|
0,23
|
3
|
0,69
|
|
Adanya
privat label Di Modern Market
|
3
|
0,23
|
2
|
0,46
|
|
TOTAL
|
13
|
1
|
10
|
2,54
|
|
|
|
|
|
Ukuran pembobotan :
Ukuran Rating Ancaman:
1 = Sedikit peluang
-1= Sedikit Mengancam
2 = Agak peluang
-2= Agak Mengancam
3 = Peluang
-3= Mengancam
4 = Sangat berpeluang
-4= Sangat Mengancam
Analisis Matrik SWOT
Berdasarkan hasil-hasil yang didapat
dari analisis internal dan eksternal pada Tabel seperti dituliskan di
atas, hasilnya dapat dirangkum sebagai berikut:
1. Skor Total
Kekuatan = 3,1
2. Skor Total Kelemahan = -2,5
3. Skor Total
Peluang = 2,77
4. Skor Total Ancaman
= -2,54
Dari hasil perhitungan di atas, di
dalam perhitungan strateginya memerlukan penegasan dari adanya posisi
dalam salib sumbu yaitu antara kekuatan dan kelemahan, maupun peluang dan
ancaman yang kesemuanya digambarkan dalam garis-garis positif dan negatif. Hal
ini mengakibatkan, skor total kekuatan tetap 3,1, skor total kelemahan menjadi
–2,5 sedangkan skor total peluang 2,77 dan skor total ancaman menjadi
–2,54
Dari analisis tersebut di atas
bahwasanya faktor kekuatan lebih besar dari faktor kelemahan dan pengaruh dari
faktor peluang juga lebih besar dari faktor ancaman. Oleh karena itu posisi PT.
Pabrik Kertas Tjiwi Kimia, Tbk berada pada kwadran 1 yang berarti pada
posisi PERTUMBUHAN, dimana hal ini menunjukkan kondisi intern PT.
Pabrik Kertas Tjiwi Kimia, Tbk yang KUAT, dengan lingkungan
yang sedikit MENGANCAM.
Untuk mencari koordinatnya, dapat
dicari dengan cara sebagai berikut:
Koordinat Analisis Internal:
(Skor Total Kekuatan – Skor Total
Kelemahan) : 2 = (3,1-2,5): 2= 0,3
Koordinat Analisis Eksternal:
(Skor Total Peluang – Skor Total
Ancaman) : 2 = (2,77-2,54): 2 = 0,23
Jadi: titik koordinatnya terletak pada
(0,3 : 0,23)
Setelah diketahui titik pertemuan
diagonal-diagonal tersebut (X), maka posisi unit usaha diketahui pada kuadran
I. Hasil perhitungan dari masing-masing kuadran dapat digambarkan pada tabel
berikut ini
|
Kuadran
|
Posisi
Titik
|
Luas
Matrik
|
Ranking
|
Prioritas
Strategi
|
|
I
|
(3,1 :
2,77)
|
8,6
|
1
|
Growth
|
|
II
|
(2,5 :
2,77)
|
6,9
|
2
|
Combinasi
|
|
III
|
(2,5 :
2,54)
|
6,35
|
4
|
Penciutan
|
|
IV
|
(3,1 :
2,54)
|
6,5
|
3
|
Stabilitas
|
*Pada kuadran I ( S O Strategi
) strategi umum yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah
menggunakan kekuatan perusahaan untuk mengambil setiap keunggulan pada
kesempatan yang ada.
1. Menekan biaya cost production
serendah-rendahnya sehingga mendapatkan margin sebesar mungkin.
2.Memperluas distribusi yang merata ke
seluruh lini pasar.
3. Paperline bekerjasama dengan
produsen binder file (hasil reasearch: karena sudah mempunyai binder maka
pelanggan membeli kertas file lagi).
* Pada kuadran II ( W O Strategi ) perusahaan dapat membuat
keunggulan pada kesempatan sebagi acuan untuk memfokuskan kegiatan dengan
menghindari kelemahan.
1. Melakukan kegiatan promosi
(memberikan produk secara Cuma-Cuma untuk pembelian jumlah tertentu)
2.Berpartisipasi dalam kegiatan
pendidikan (perlombaan cerdas cermat).
* Pada kuadran III ( W T Strategi
) Meminimumkan
segala kelemahan untuk menghadapi setiap ancaman.
1. Memperkuat brand awareness
paperline.
2. Memperbanyak variant produk
(berwarna, bergambar, jumlah sheet).
* Pada kuadran IV ( S T Strategi ) Menjadikan setiap kekuatan untuk
menghadapi setiap ancaman dengan menciptakan diversifikasi untuk menciptakan
peluang
1. Mempunyai tampilan produk yang
eye-catching
2. Mempunyai hutan industri sendiri.
3. Memiliki R&D yang kuat dalam
proses produksi kertas.
4. Membuat Point of Purchase yang
menarik pada Moderen Market.
Analisa Porter 5 Force
Analisa strategi kompetitif Porter dilakukan
untuk menentukan dan menganlisa suatu industri sebagai suatu kesatuan dan untuk
memperkirakan masa depan industrinya. Analisa dilakukan terdiri dari lima
faktor utama, yaitu ancaman para pendatang baru, ancaman dari produk pengganti,
ancaman dari pesaing, kekuatan tawar menawar pemasok, dan kekuatan tawar
menawar pembeli.
Ancaman Para Pendatang Baru
Pada saat ini, sudah terdapat pemain di
industri kertas (Loose Leaf), tetapi tidak tertutup kemungkinan munculnya
pendatang-pendatang baru seperti Imperial, President dan TGA.
Pemain baru dalam industri ini
merupakan salah satu ancaman yang serius bagi perusahaan, dan tingkat
ancamannya cukup tinggi. Hal ini disebabkan karena kertas merupakan
barang komoditi yang dengan mudahnya dapat ditiru dan pesatnya kemajuan
teknologi yang mempermudah untuk membuat produk dengan kualitas yang setara ataupun
yang lebih baik. Demikian pula jika produk tersebut ditunjang dengan harga yang
cukup bersaing, tentu saja dapat menjadi ancaman yang mampu mengambil market
share Paperline.
Ancaman Dari Produk Pengganti
Paperline merupakan produk yang praktis
namun juga memiliki kekurangan dalam penggunaanya yang memungkinkan pemakai
kehilangan kertas loose leaf yang merupakan sutau kertas lepasan. Dibandingkan
dari produk penggantinya seperti Buku Tulis, Memo Pad, Agenda dan Laptop yang
tidak terlepas dari tempatnya. Hal ini menyebabkan ancaman dari produk
pengganti tinggi.
Ancaman Dari Pesaing
Ancaman dari pesaing merupakan suatu
jal yang patut diwaspadai oleh perusahaan, dimana kita dapat lihat bahwa
tingkat persaingan pada industri ini cukup tinggi. Tingkat persaingan yang
cukup tinggi ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
• Meningkatnya jumlah pelajar
Peningkatan jumlah pelajar setiap
tahunnya membuat banyaknya kebutuhan akan kertas dalam catat mencatat yang
sebagai kebutuhan dasar pelajar semakin meningkat. Sekarang ini kebutuhan
pelajar dalam kegiatan pencatatnya tergantung pada kemudahan dalam
penggunaannya, dan mudah didapatnya produk yang digunakan tersebut.
• Meningkatnya jumlah pemain di
industri Loose Leaf
Jumlah pemain yang semakin meningkat menyebabkan
konsumen memiliki lebih banyak pilihan dalam memilih produk loose leaf, serta
varian produk yang bermacam-macam dengan harga yang kompetitif.
• Meningkatnya ilmu pengetahuan dan
teknologi
Dengan semakin majunya ilmu pengetahuan
dan teknologi, maka penemuanpenemuan baru yang dapat membuat kualitas produk
semakin meningkat akan lebih cepat ditemukan. Apabila perusahaan tidak
berkembang seiring dengan kemajuan teknogi, maka perusahaan dapat tertinggal
oleh pesaingnya dari segi teknologi, dan dikhawartikan kualitas produk
perusahaan juga tertinggal. Tingkat persaingan yang semakin meningkat ini
menngakibatkan tingkat ancaman dari pesaing cukup tinggi.
Kekuatan Tawar Menawar Produk
Produk Paperline yang beredar di
Indonesia merupakan produk lokal dalam negeri, dimana produksi Paperline
dilakukan di Surabaya Jawa Timur. Produksi Paperline dilakukan secara integrasi
vertikal, dimana proses dari Row Material sampai Barang Jadi dilakukan oleh PT
Tjiwi Kimia, begitu pula dalam hal pendistribusian produk dilakukan oleh PT CMI
yang juga merupakan anak perusahaan dari Sinar Mas Grup. Tidak adanya ancaman dari
kekuatan tawar menawar pemasok merupakan suatu keunggulan untuk Paperline.
Kekuatan Tawar Menawar Pembeli
Banyaknya pemain pada industri ini yang
memiliki kualitas yang serupa dan mempunyai harga yang cukup bersaing, tetapi
pembelian Loose Leaf tidak dipengaruhi oleh keberadaaan suatu Brand tertentu
dan ini menyebabkan end-user memilih Brand mana saja yang tersedia di toko.
Dimana 78% responden menjawab bahwa mereka akan membeli Brand yang tersedia.
Hal ini disebabkan karena Loose Leaf merupakan barang komoditi dan tidak adanya
loyalitas produk dalam penggunaannya. Sehingga dapat disimpulkan tingkat
kekuatan tawar menawar pembeli tinggi. Berdasarkan
analisa-analisa diatas, maka diambil suatu analisa gabungan terhadap analisa
kuestioner, analisa SWOT dan analisa Porter 5 Force adalah sebagai berikut.
Kebutuhan akan tulis menulis selalu terkait dengan kertas. Produk loose leaf
Paperline merupakan salah satu produk kertas yang sudah dikenal dan banyak
digunakan oleh kalangan pelajar. Penggunaan loose leaf oleh kalangan pelajar
dipakai sebagai alat catat mencatat yang pemakaiannya didominasi oleh pelajar S1.
Pembelian kembali loose leaf terutama pada saat kehabisan dan frekuensi
pembeliannya pada jangka waktu diatas 10 minggu. Dengan alasan-alasan tersebut
diatas, keberadaan loose leaf terbilang masih mempunyai tempat di pasar dan
prospeknya akan terus berkembang. Meningkatnya penggunaan loose leaf disebabkan
pula karena penggunanya yang luas, tidak ada batasan usia dan jenis kelamin
dalam pemakaian produknya. Dan banyak kompetitor baru yang bermunculan
membuktikan bahwa pasar Loose Leaf masih diminati. Selain penjelasan keberadaan
loose leaf diatas, penulis juga ingin menjabarkan faktor-faktor yang
mempengaruhi penggunaan loose leaf oleh pelajar dan mahasiswa. Dengan melihat
seseorang memakai/ menggunakan loose leaf, menjadikan salah satu motif
seseorang (dalam hal ini: pelajar dan mahasiswa) untuk menggunakan produk loose
leaf, rekomendasi dari orang lain juga memiliki andil dalam penggunaan Loose
Leaf, hal ini sesuai dengan faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi perilaku
konsumen, salah satunya adalah kelompok acuan yaitu kelompok yang mempunyai
pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap sikap dan perilaku seseorang.
Beberapa diantaranya adalah kelompok-kelompok primer seperti keluarga, teman,
dan tetangga. Dan ada pula faktor pribadi/ personal yang mempengaruhi perilaku
konsumen, termasuk diantaranya gaya hidup seseorang dimana pola hidup yang
diekspresikan oleh kegiatan dan minat seseorang. Gaya hidup dapat mencerminkan
seseorang secara keseluruhan. Kemudian harga maupun kualitas kertas loose leaf
juga sebagai bahan pertimbangan kustomer. Selanjutnya, dengan pernyataan bahwa
loose leaf mudah dibawa dan digunakan, konsumen (dalam hal ini: pelajar dan
mahasiswa) cenderung menggunakan loose leaf karena praktis dan dapat dipakai
untuk keseluruh kegiatan sekolah (tidak perlu membawa semua buku yang ada).
Selain itu, karena pengguna sudah lebih dahulu memiliki binder file, maka
dipakailah loose leaf. Pernyataan ini sesuai dengan Teori Tahapan Perilaku
Konsumen, dimana pada fase evaluasi alternative, berdasarkan berbagai informasi
yang ada, konsumen mulai mengevaluasi alternative pilihan yang dapat dilakukan
untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukannya. Pada tahap ini konsumen mulai
memiliki preferensi terhadap satu produk/jasa tertentu. Faktor lain yang mempengaruhi
penggunaan loose leaf adalah adanya promosi yang lebih gencar agar kustomer
tertarik pada produk, variant produk yang bervariasi serta kemasan produk yang
menarik/ eye catching juga menjadi salah satu faktor yang
mempengaruhi kostumer untuk membeli loose leaf. Berdasarkan salah satu komponen
4P, dimana produk yang dipasarkan/ tawarkan harus memiliki suatu diferensiasi
dari kompetitornya, seperti variasi produk, kualitas yang diberikan, desain,
dan kemasan yang harus menarik perhatian konsumen.