Kamis, 25 April 2019

ISOLASI JAMUR DAN PDA



                Jamur atau fungi terdiri dari kapang dan khamir. Jamur adalah organisme heterotrofik, mereka memerlukan senyawa organic untuk nutrisinya. Bila mereka hidup dari benda organic mati yang terlarut mereka disebut saprofit. Jamur mempunyai dinding sel yang kaku dan berbentuk uniseluler atau multiseluler sebagian mempunyai ukuran yang mikroskopis sedangkan yang lainnya mempunyai ukuran yang cukup besar seperti jamur merang. Jamur tidak mengandung klorofil sehingga tidak berfotosintesis. Fungi tidak menelan makanannya tetapi harus berupa nutrient yang larut agar dapat diabsorpsi. Fungi yang multiseluler menghasilkan filament yaitu struktur mikroskopis seperti benang yang disebut hifa. Kumpulan hifa disebut miselium, fungi uniseluler yang terkenal adalah ragi dengan berbagai bentuk seperti bulat hingga oval, elips hingga ke bentuk filament. Jamur sudah tidak asing lagi bila kita lihat misalnya warna biru dan hijau pada buah jeruk dan keju warna putih seperti bulu pada roti, jamur di lapangan.
            Jamur adalah organisme eukariotik (mempunyai inti sel) tidak mempunyai klorofil, mempunyai spora, struktur somatic atau talus berupa sel tunggal (uniseluler) dan umumnya berupa filament atau benang-benang bercabang (multiseluler), berkembangbiak secara seksual dan aseksual, dinding sel umumnya terdiri dari kitin dan selulosa atau keduanya. Jamur merupakan organisme yang tidak mempunyai klorofil sehingga ia tidak mampu untuk memproduksi makan sendiri karena jamur tidak bisa memanfaatkan karbondioksida sebagai sumber karbonnya. Karbon berasal dari sumber anorganik misalnya glukosa. Oleh karena itu jamur memerlukan senyawa organic baik dari bahan organic mati maupun dari organisme hidup sehingga jamur dikatakan heterotroph. Jamur ini ada yang hidup dan memperoleh makanan dari organisme hidup da nada pula yang memperoleh makanan dari bahan organic mati seperti sisa-sisa hewan atau tumbuhan. Jamur hidup dan memperoleh makanan dari bahan organic mati dinamakan saprofit, sedangkan yang hidup dan memperoleh makanan dari organisme hidup dinamakan parasite. Beberapa spesies dapat menggunakan nitrogen, itulah sebabnya mengapa medium biakan untuk jamur biasanya berupa pepton, suatu produk protein yang terhidrolisis (Kusnadi, 2003).
            Sifat kultural dari jamur dapat dilihat dengan kenampakan pertumbuhannya pada makanan. Pada permukaan bahan makanan tampak kering, membentuk massa serbuk, kadang-kadang halus dan lunak atau kelihatan basah dan berair. Warna miselia hijau biru, biru kehijauan, kuning, orange, merah muda, coklat, abu-abu, dan hitam (Kusnadi, 2003).
Klasifikasi jamur terutama didasarkan pada ciri-ciri spora seksual dan tubuh buah yang ada selama tahap-tahap seksual. Jamur mampu memanfaatkan berbagai macam bahan untuk gizinya, sekalipun demikian mereka itu heterotroph. Berbeda dengan bakteri, mereka tidak dapat menggunakan senyawa karbon anorganik, seperti karbondioksida. Karbon berasal dari sumber organic, misalnya glukosa. Beberapa spesies dapat menggunakan nitogen, itulah sebabnya mengapa medium biakan untuk cendawan biasanya berisikan pepton, suatu produk protein yang terhidrolisis (Kusnadi, 2003).
Pada penentuan populasi jamur tanah, udara, dan roti media agar yang digunakan adalah PDAnyang telah diberi antibiotic. Prinsip dari isolasi jamur adalah PDA yang telah diberi antibiotic. Prinsip dari isolasi jamur adalah memisahkan atau menumbuhkan suatu jenis jamur dengan jamur lain yang berasal dari campuran bermacam-macam jamur. Hal ini dapat dilakukan dengan menumbuhkannya dalam media padat, karena dalam media padat jamur akan membentuk suatu koloni yang tetap pada tempatnya. Media yang digunakan dalam isolasi ini harus sesuai dengan mikroorganisme yang akan kita ketahui populasinya. Karena kalau tidak sesuai agarnya maka mikroorganisme tidak akan tumbuh.
Kita mengisolasijamur pada udara, roti dan tanah dengan meremas-remas roti dan tanah. Tujuannya agar pada saat ketiganya dimasukkan ke media PDA, jamur dapat tumbuh dan bisa berkembang dalam waktu yang cukup lama agar nantinya kita dapat mengamati perkembangan jamur tersebut. Media PDA yang berisikan jamur itu akan diletakkan di sembarang tempat besar kemungkinan jamur tersebut akan terganggu perkembangbiakannya dan akan terkontaminasi dengan udara, serta tidak steril, dengan begitu makankeberhasilan yang akan didapatkan akan kecil. Maka dari itu pada incubator jamur akan diletakkan dengan suhu yang pas yang telah disesuaikan untuk perkembangan jamur tersebut.
Banyak jamur yang sudah dikenal perannannya yaitu jamur yang tumbuh di roti , buah, keju, ragi, dalam pembuatan bird an dapat merusak tekstil yng lembab. Beberapa jenis memproduksi antibiotic yag digunakan dalam terapi berbagai infeksi bakteri. Diantanya semua organisme jamur adalah organisme yang paling banyak menghasilkan enzim yang bersifat degradatif yang menyerang secara langsung seluruh material organic. Adanya enzim yang bersifat degradatif ini menjadikan jamur bagian yang sangat penting dalam mendaur ulang sampah alam, dan sebagai decomposer dalam siklus biogeokimia (Hadioetomo, 1993).
Semua unsur kimia di alam akan beredar melalui jalur tertentu dari lingkungan ke organisme atau makluk hidup dan kembali lagi ke lingkungan. Semua bahan kimia dapat beredar berulang-ulang melewati ekosistem secara tak terbatas. Jika suatu organisme itu mati maka bahan organic yang terdapat pada tubuh organisme tersebut akan dirombak menjadi komponen abiotic dan dikembalikan lagi ke dalam lingkungan. Peredaran bahan abiotic dari lingkungan melalui komponen biotik dan kembali lagi ke lingkungan dikenal sebagai siklus biogeokimia  (Kusnadi, 2003).
Isolasi jamur dapat dilaksanakan dengan menggunakan media PDA . jamur yang diisolasi adalah jamur yang ada dalam roti, udara, dan tnah. Pada jamur yang ada di udara dideteksi bahwa merupakan jamur rhizophus. Pada roti terdeteksi jamur rhizhopus, torula dan aspergilus. Pada tanah terdeteksi jamur penicillium, clodosporrium, rhizhopus, dan fusarium. Teknik isolasi jamur harus dilakukan secara aseptic agar tidak terkontaminasi mikroba. Dapat juga digunakan antimikrobia pada media.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar